Minggu, 26 April 2009

Dear Riry ...


Kau sahabatku
Dan aku sobatmu
Kau kenangan masa lalu
Juga untuk masa yang akan datang

Kau selalu di sisiku
Aku merasa nyaman
Kala gelisah dan gundah hatiku
Kala gembira dan bahagia kurasakan
Kutumpahkan semua rasa itu disini
Di buku harianku, Riry…

Tahun 1989
Aku takut nih Ry, ada apa denganku..? Kata mamaku, aku mendapat haid pertamaku hari ini. Tidak enak deh Ry, risih rasanya. Tapi kata mamaku itu artinya aku sudah beranjak dewasa dan setiap perempuan pasti akan mengalami hal ini. Tapi benar kata mamaku, ternyata aku bukan yang pertama mengalami hal ini diantara teman-temanku. Duuhh… lega deh rasanya.. Tapi.. apa iya aku mulai dewasa sekarang..?

Tahun 1990
Aku lulus Ry… Hore.. ! Aku didaftarkan mamaku masuk SMP BPK Penabur, sekolah yang lumayan terkenal sih Ry, tapi gedungnya tidak terlalu bagus dibandingkan dengan gedung di cabang lainnya. Tapi tidak apalah, yang penting aku sudah bisa masuk sekolah yang cukup bergengsi.. Makasih ya ma...

Tahun 1991
Ya ampun.. bedak padat itu ternyata mahal ya, lebih mahal dibanding bedak Marcks, yang biasa kupakai. Lipgloss juga mahal.. belum lagi obat jerawat. Tadi siang aku beli obat jerawat ”Clearasil” itu ya Ry, sudah hampir menghabiskan uang jajanku dua hari. Ughh, jadi perempuan ternyata perlu banyak modal ya. Tapi kalau aku perhatikan, sekarang aku berubah koq.. terlihat lebih dewasa dan modis.. ciee.. memuji diri sendiri.. menurut kamu bagaimana Ry.. ?

Tahun 1992
Riry…, kasih selamat ke aku dong.. Aku lulus Ry.. senangnya... NEM-ku juga cukup bagus. Oya, tadi siang sehabis ambil ijasah, aku dan ”J” janjian pergi ke tempat kursus Bahasa Inggris “Santa Lusia”. Aku seneng tapi jantung berdebar-debar lho, ketika duduk bersebelahan di mikrolet dengannya.. Rencananya mau daftar les bahasa inggris, tapi mahal Ry.. jadi kita mau pikir-pikir dulu deh..

Tahun 1995
Hiks.. kenapa sih Ry, aku harus pisah dengan teman-temanku. Mama papa tidak sanggup membiayai sekolah SMA-ku di BPK Penabur, karena biayanya mahal sekali. Aku didaftarkan di SMEA dekat rumahku. Kata orang-orang sih cukup bagus. Ugh.. apanya yang bagus.. pasti teman-temannya tidak asyik deh.. Tapi..ya sudahlah, aku terima saja.. mau bagaimana lagi..?

Tahun 1996
Ternyata pillihan mamaku benar Ry… walaupun aku dimasukkan ke sekolah yang tidak terlalu terkenal, tapi... aku jadi terkenal lho. Aku selalu dapat ranking 3 besar, dan juga menyandang Ketua OSIS. Kapan lagi dapat pengalaman seperti ini..? Yah.. walaupun 3 besar diantara siswa yang jumlahnya tidak terlalu banyak, tapi aku bangga dengan diriku, dan keluargaku juga pasti bangga.

Tahun 1998
Tidak terasa ya Ry.. waktu begitu cepat berlalu.. Sekarang aku harus memikirkan akan melanjutkan sekolah kemana.. Aku kasihan dengan mama papaku, mereka pasti pusing dengan biayanya. Belum lagi biaya untuk kuliah kakakku yang masih setengah jalan. Tapi, masa aku tidak kuliah sih Ry, malu dong.. dan juga bagaimana mau dapat kerja ? Jaman sekarang kan, syarat utama diterima kerja harus ada ijasah. Yah.. sedihnya aku....

Bersyukur sekali aku Ry.. Akhirnya mamaku tidak harus mengeluarkan biaya kuliah untukku. Aku diterima di salah satu bank yang mengadakan program pendidikan setara dengan S-1. Tidak dapat gelar tidak apalah, yang penting dapat ilmu gratis dan bisa langsung kerja nantinya.

Tahun 1999
Ugh..pusing nih, ujian terus setiap hari. Padahal sudah sengaja bela-belain kost, biar waktu belajar lebih panjang, tapi tetap saja waktu terasa tak cukup. Belum lagi dosen “killer” itu sangat tidak suka kalau nilai ujian siswa-siswi nya jelek. Tapi untunglah, banyak teman yang rela berbagi kepintaran, jadi kami sering belajar kelompok di kelas. Yah, mau tidak mau harus dijalani, sudah untung dapat sekolah gratis..

Tahun 2000
Fiuuhh… leganya… akhirnya aku terbebas dari ujian-ujian yang melelahkan.. Aku lulus! Sekarang aku siap kerja..! Tapi.., kerja itu bagaimana sih Ry.. aku jadi takut. Kata orang, dunia kerja itu kejam.. Apa aku bisa ya Ry… bagaimana kalau dapat bos yang galak..? hiyy… serem membayangkannya.

Februari 2000
Hari pertamaku kerja, canggung deh.. bingung harus berbuat apa, merasa serba salah. Tapi untungnya, aku ditempatkan berdua dengan temanku di bagian yang sama. Ternyata benar kata orang, dunia kerja itu kejam... Pagi ini aku kena marah oleh salah satu bos, hanya gara-gara aku pinjam mesin fotokopi milik bagiannya, tapi aku tidak membawa kertas sendiri, dia mengingatkanku dengan nada ketus sekali, hiks… aku jadi takut Ry..

April 2002
Ry, aku tak pernah menyangka kalau Tuhan mengambil papa secepat ini dan dengan cara seperti ini. Papaku ditrabrak sebuah motor yang ngebut saat papa sedang menyebrang jalan. Saat itu, papaku baru saja selesai membelikan obat untuk mamaku di apotik. Hiks... Aku benci penabrak itu.. aku benci..!! Aku tak dapat membayangkan apa yang akan terjadi nanti, keluargaku kini tinggal bertiga saja. Hanya ada aku, kakak dan mamaku. Aku tak kuat menahan air mata ini Ry, kala teringat papa yang sering menyiapkan sarapanku sebelum berangkat kerja. Padahal aku sudah sering melarangnya, tapi dia selalu melakukannya untukku. Papa juga selalu membangunkan aku dan kakakku setiap pagi, ketika alarm sudah tak mempan lagi membangunkan kami.. hiks.. tak hentinya air mata ini mengalir membasahi wajahku.. Apakah kau rasakan juga kesedihanku Ry..?

Januari 2003
Apa aku sudah siap untuk menikah ya Ry.. Tapi..., mengapa aku harus ragu, apa belum cukup aku mengenalnya selama 8 tahun ? Apa rasanya punya suami.. punya mertua.. ? Kata orang-orang, punya mertua harus hati-hati, jaga sikap.. ugh.. serepot itukah ?

Maret 2003
Sebenarnya... aku sudah lelah belajar terus Ry, tapi aku kan belum dapat gelar sarjana secara resmi. Mumpung ada kesempatan melanjutkan kuliah dengan waktu singkat dan biaya tidak terlalu mahal, sepertinya aku harus ambil Ry, demi masa depanku juga kelak..

Oktober 2003
Akhirnya aku menikah Ry.. Aku harus siap lahir batin untuk menghadapi kehidupan pernikahanku ini.. Karena tak ada lagi kata kembali, setelah aku mengambil keputusan ini. Aku serahkan seluruh kehidupanku kepada Tuhan.

Desember 2004
Tak terasa waktu berlalu, akhirnya aku merasakan juga pakai Toga. Walaupun aku kuliah bukan di universitas bergengsi seperti teman-temanku yang lain, tapi mama, kakak, suamiku, bahkan papaku di Surga pasti bangga dengan kelulusanku ini.

Desember 2006
Aduh Ry, bagaimana ya… apa aku ambil kesempatan pindah kerja itu? Sebenarnya aku ragu, karena aku harus menyesuaikan diri lagi, padahal aku sudah nyaman di kantor lama. Tapi.. kesempatan ini mungkin tak datang dua kali. Kesempatan untuk mengembangkan karir, membagikan ilmu dan pengalaman yang aku miliki di tempat baru. Rasanya aku ambil saja deh Ry.. doakan aku ya.. semoga aku dapat melewatinya dengan baik.

Maret 2006
Hari pertamaku di kantor baru.. Ugh.. rasanya tidak betah nih Ry.. Beda sekali dengan suasana di kantor lamaku. Disini, semua harus kulakukan sendiri, fotokopi sendiri, koordinasi pekerjaan dari A – Z sendiri pula, lembur deh.. Waduh, belum lagi tugas-tugas yang membuat kepalaku pusing tujuh keliling. Rumus excell yang ruwet dan ribet.. uughh.. aku kan belum pernah pakai rumus-rumus itu di pekerjaan lamaku. Tapi untunglah, ada teman yang bisa aku tanya-tanya. Malu juga sih, temanku itu jauh lebih muda usianya dibanding aku. Ah.. apa peduliku, yang penting aku jadi bisa, tambah ilmu pula kan..

Maret 2008
Ry, aku mau pindah bagian nih Ry.. Masa... dari pertama aku masuk kerja, bidang pekerjaan aku itu-itu saja. Bukan bosan sih Ry, tapi aku harus tambah pengalaman dong.. Iya kan..? Emm.., saat ini aku mantapkan diri untuk pindah bagian Ry.. Aku harus mengembangkan diri dan potensiku dengan lebih baik lagi. Tetap dukung aku ya Ry...

Melalui beberapa penggalan kisah hidupku ini, aku ingin menunjukkan, bahwa setiap manusia pasti mengalami perubahan sepanjang hidupnya, baik perubahan secara alamiah maupun karena kondisi di sekitar kita, yang membuat kita harus berubah. Memang ada saatnya kita merasa ragu untuk berubah, dan pilihan itu ada pada diri kita. Sayangnya, apabila kita memilih untuk tidak berubah, mungkin kita akan tertinggal jauh di belakang. Yang terpenting adalah perubahan itu haruslah mencapai sesuatu yang lebih baik. Sehingga tidak ada yang akan berkata ”aku tidak suka dengan perubahan” atau ”aku tidak mau berubah”.. melainkan biarkan perubahan menjadi bagian dari perjalanan hidupku”..

Sabtu, 11 April 2009

"Mesin Pembuat Lanjutan Cerita"

Setiap kami makan mie ayam di sebuah tempat makan di pinggir jalan, setiap kali itu pula kami didatangi oleh seorang penjual majalah yang memang mangkal disana. Biasanya aku tak pernah membeli majalah, karena aku takut tak sempat ‘tuk membacanya. Namun malam itu, dari sekian banyak majalah yang ditawari penjual itu, ada Femina, Cosmopolitan, Kartini.. entah mengapa aku malah mengalihkan perhatianku pada sebuah majalah yang rasanya sangat amat kukenal dan akrab dengannya.. sang tokoh yang mengingatkanku pada sebuah kenangan masa kecilku.. yah.. majalah Donal Bebek. Akhirnya kupilih majalah itu, seri ”Nostalgia Donal Bebek”, emm.. sungguh membuatku bernostalgia dengan masa kanak-kanakku..

Dengan perasaan tak sabar dan kangen rasanya, langsung saja kusobek plastik pembungkusnya dan kubaca bagian pertama yang berjudul : ”Mesin Pembuat Lanjutan Cerita”.
Emm.. aku sungguh tak salah pilih majalah nih.. walaupun hanya sebuah majalah anak-anak, tapi nyatanya ada beberapa pelajaran yang dapat aku ambil...

Donal Bebek dengan moncongnya yang panjang dan besar berteriak kesal, karena buku yang sedang asyik dibacanya sudah habis, yang artinya dia harus menderita selama tiga bulan untuk menunggu sampai seri berikutnya terbit.

Singkat cerita, dia bertemu dengan Lang Ling Lung – sang penemu apa saja, dan terciptalah sebuah mesin bernama ”Mesin Pembuat Lanjutan Cerita”. Sesuai dengan namanya, tentu saja mesin tersebut mampu membuat kelanjutan cerita apapun, dengan cara kita memasukkan buku atau majalah sebelumnya. Mesin ini bekerja seperti layaknya mesin pembaca masa depan. Senangnya Donal Bebek menerima mesin itu, karena dia tak hanya dapat membaca kelanjutan cerita buku yang sedang dibacanya, namun juga koran, buku dan majalah apapun yang dia inginkan.

Yah.. seperti kebiasaan Donal Bebek, sok pintar dan ceroboh.. berdasarkan beberapa analisa di koran yang dibacanya, dia langsung membeli beberapa saham, yang diyakininya bahwa harga akan mengalami kenaikan di kemudian hari. Namun, Kwik Kwek Kwak keponakan Donal Bebek yang cerdas ini justru melihat setiap kelanjutan cerita untuk waspada dan mencegah terjadinya hal-hal buruk yang akan terjadi, seperti pengrusakan sarang-sarang burung akibat proyek jalan raya Gober Bebek, bencana kebakaran di perusahaan susu, dan sebagainya. Donal Bebek yang tadinya tak peduli dengan pemikiran ketiga keponakannya, akhirnya ikut juga membantu, namun tentu dengan diiming-imingi kemungkinan bahwa Paman Donal akan menjadi Superhero dan diberi penghargaan, bujuk rayu Kwik Kwek Kwak kepadanya.

Melalui topik kisah ini, aku dapat mengambil sebuah pembelajaran bahwa dibalik keuntungan yang senantiasa kita pikirkan untuk diri kita, kita harus memikirkan pula kebaikan bagi orang lain. Saling menolong satu sama lain. Terlebih apabila kita sudah tahu bahwa akan terjadi sesuatu yang tidak baik kepada sesama kita. Sehingga hidup kita dapat berjalan seimbang dan harmonis.

Lanjut cerita, setelah Donal Bebek dan ketiga keponakannya menjalankan beberapa aksi penyelamatan bencana dan beberapa kali mendapatkan hadiah karena perbuatannya, mereka senang sekali dan bahkan Donal Bebek dengan bangganya menyebut bahwa "sudah saatnya dia menjadi Superhero.. !"

Namun beberapa saat setelah itu, Donal Bebek yang kembali ingin tahu kelanjutan cerita dari mesin pembuat lanjutan cerita, dia kaget bukan kepalang, karena beberapa saham yang dibelinya beberapa waktu lalu antara lain saham di perusahaan Gober Bebek dan perusahaan margarin, yang dikiranya akan naik, malah turun. Selidik punya selidik, ternyata saat mereka mencegah berbagai bencana yang ada, hal itu turut mempengaruhi turunnya beberapa saham. Akibat pembatalan proyek jalan raya demi menyelamatkan kelestarian burung langka, Gober Bebek rugi milyaran, sehingga saham perusahaannya turun. Dan ketika kebakaran di perusahaan susu berhasil dipadamkan, membuat perusahaan margarin merugi, karena para konsumen lebih memilih membeli susu ketimbang margarin.

Cerita diatas mungkin terlalu didramatisir, yah.. namanya juga cerita khayal, semua kejadian dapat dibuat serba kebetulan, hehe... Namun ada hal penting yang aku dapatkan dibalik cerita ini, yaitu bahwa
betapapun hebatnya dan berjasanya kita laksana Superhero, namun kita tetaplah manusia biasa, yang tak pernah bisa melihat masa depan secara utuh. Superhero yang sesungguhnya adalah Tuhan - Sang Pencipta. Sehingga hanya Dialah sang ”Mesin Pembuat Cerita” dan Dia yang mampu menjadikan setiap cerita berakhir baik adanya.

Inilah kisah yang dapat aku bagikan ke sahabat-sahabatku semua.. emm.. jadi tak sabar membaca seri Nostalgia Donal Bebek berikutnya... (perlu mesin pembuat lanjutan cerita?? ) haha..

Senin, 06 April 2009

Cerita Di Balik "Saman"


”Pokoknya kita harus hafal syairnya ya..”
”Senyum.. senyum dong.. jangan lupa.. ok..”
”Kita harus latihan intensif yah.. ”
”Ayo dihafalin di rumah ya gerakan-gerakannya..”

Kerja keras kami, para penari Saman, yang kebanyakan masih tergolong ”amatiran”, membuahkan hasil yang manis.. Kami berhasil.. kami berhasil..!! YEAAHHH...

Dari sekian banyak kejadian yang kami alami sejak kami bergabung menjadi satu kelompok tari.. ada beberapa hal positif yang dapat aku ambil hikmah dan maknanya.

Lutut memar, jari jemari membiru.. badan pegal-pegal..
Sungguh terkesan menderita..

Dengan waktu latihan yang tidak lama, membuat kami terkesan tergesa-gesa dalam berlatih.. Siang, sore, hari libur.. hajar teruss...
Hebatnya kami, tak ada satupun yang mengenal lelah.. Kami begitu bersemangat.. Mengapa ? Karena kami ingin ”eksis” sebagai kami, para penari Saman, dengan membawa filosofinya tentang kekompakan dan keharmonisan. Bagaimana mungkin kami membawa filosofi tersebut tapi kami tidak menunjukkannya..? M.a.l.u.. nya...
Hal positif pertama yang aku dapat :
Bila kita ingin berhasil, kita harus tunjukkan siapa kita, dengan segenap kemampuan dan upaya kita tuk mencapainya.

“Aduuhh... gue beneran deg-deg-an nih.. udah tinggal besok mau tampil..”
“Kita buat plan B yuks.. kalau kita ada yang salah gerakannya..”
”Ga usah.. yakin deh.. kita pasti bisa..”
Dua kata ”takut” dan ”yakin”, mana yang akan kau pilih..?
Hal positif kedua yang aku dapat :
Bila kita ingin berhasil, kita harus yakin dan percaya diri..

”Ayo.. kita latihan lagi gerakan ke-empat yah.. ”
”Iya sudah bagus tuh.. udah bener gerakannya seperti itu.. pertahankan ya..”
”Kamu kurang goyang sedikit bahunya..”
”Bisa koq.. dia pasti bisa.. ”
Berulang-ulang kami latihan untuk menyeragamkan gerakan kami.. Terkadang letih kami rasakan kala kami harus mengulangnya dikarenakan beberapa teman masih salah melakukan gerakan. Tapi kami melakukannya dengan senang hati, justru kami beruntung karena kami dapat menjadi lebih banyak latihan..
Hal positif ketiga yang aku dapat :
Bila kita ingin berhasil, kita harus saling membantu. Tidak boleh menganggap kesalahan teman sebagai penghalang kita, namun justru kita harus saling bahu membahu, demi tercapainya suatu tujuan bersama. Saling memuji dan koreksi satu sama lain juga menjadi penting dalam hal ini.

”Berdoa yuks.. sebelum dan sesudah latihan..”
”Tuhan, berikan kami tubuh yang sehat.. agar kami dapat hafal setiap gerakannya, agar kami tidak ada yang cedera saat latihan.. agar besok kami dapat bangun pagi untuk persiapan tampil, dsb..”
Kami hampir melupakan doa bersama untuk menyertai latihan kami. Namun akhirnya kami mengingatNya dan terus melakukannya sampai hari kami pentas. Kami semua meyakini bahwa tanpa pertolonganNya, sekeras apapun kami berusaha, mungkin akan sia-sia saja jadinya.
Hal positif keempat yang aku dapat (sesuatu yang LUARR BIASSSA) :
Bila kita ingin berhasil, satu hal yang amat teramat penting kita harus mengingat Yang Diatas dan mohon pertolonganNya selalu.

Di balik kekompakkan Tari Saman, ternyata ada kekompakkan-kekompakkan lain yang harus kita ciptakan.
Kompak dengan kemampuan kita,
Kompak dengan keyakinan diri,
Kompak dengan teman,
Dan..
Kompak dalam doa..

Mari kita ciptakan kekompakkan itu, bila kita ingin berhasil.. !

Salam Sukses buat semua teman-temanku
Saman Girls..

Minggu, 29 Maret 2009

Saatnya Memberi ...

Mungkin kita hanya melihat fenomenanya di sinetron-sinetron televisi atau sekedar mendengar cerita dari orang-orang di sekitar kita. Orang tua yang meninggalkan atau menitipkan anaknya di rumah sakit atau sebuah panti asuhan, dengan atau tanpa alasan apapun.

Bayi-bayi mungil yang tak berdosa harus hidup di lingkungan yang seharusnya bukanlah lingkungannya.. tidak di tengah-tengah orang tuanya maupun saudara-saudaranya.. Namun mereka tumbuh menjadi seorang anak dan menjadi dewasa di antara saudara-saudara walaupun tidak dalam satu pertalian darah, dan mereka justru menjadi satu keluarga besar, yang mandiri dan saling menyayangi.

Dengan perhatian dan kasih sayang dari para pengurus panti dan uluran kasih dari orang-orang yang peduli akan keberadaan merekalah, yang membuat mereka tetap ada di dunia ini, menjadi orang yang kuat dan siap menjadi pemenang.. pemenang bagi dirinya sendiri.. menang dari kesendirian, dari kepedihan dan dari kehampaan hidupnya.

Mari ulurkan tangan kita, satukan kasih dan sayang kita dan kita bagikan kepada mereka, anak-anak yang tumbuh tanpa kasih sayang orang tua namun berhak ’tuk disayangi dan bahagia..

Sahabat, ada saatnya kita menerima, dan ada saatnya kita memberi.. dan demikian seterusnya, kondisi itu akan terus berputar, bagaikan roda kehidupan..
Jadi, bagi sahabat-sahabatku yang ingin mewujudkan rasa kasih sayang dan peduli kepada anak-anak panti asuhan, mari bergabung dengan kami... Pls send message to my facebook or email add : indrawatiyeny@gmail.com untuk informasi lebih lanjut...

Tuhan memberkati.

Kamis, 19 Maret 2009

Menulis.. Susah atau Gampang ?

”Aku gak bisa menulis”.. , ”malu ah..” , ”tulisanku berantakan deh”..
”Janganlah, yang lain saja, lebih bagus tulisannya”.. ”bingung ah mau nulis apa..?”



Koq takut untuk menulis..??
Pernahkah kita menulis surat untuk sahabat pena nun jauh disana.. (jaman kita masih sekolah kali ya..), atau mungkin menulis surat cinta untuk sang pacar.. Dengan demikian seriusnya kita merangkai kata-kata menjadi suatu tulisan yang indah bukan..? Koq bisa..?
Yah... karena kita menulis dari hati ...

Kita sering takut untuk menulis.. takut tulisan kita dibilang orang tidak bagus.. , takut tulisan kita tidak dimengerti oleh orang yang membacanya.. , takut apa yang kita tulis tidak sesuai dengan kebutuhan atau bertentangan dengan kepentingan pihak lain...
Alasan-alasan tersebut wajar adanya.. namun janganlah menjadi penghalang kita untuk memulai menulis.. Karena... kalau tidak pernah dimulai.. maka tulisan indah karya Andrea Hirata (Buku Laskar Pelangi) atau tulisan kocak dan menghibur ala Hilman (Buku seri Lupus) tak akan pernah dapat kita nikmati..

”Aku sering punya ide yang terkadang sampai menumpuk di kepalaku, namun tak ada orang saat itu yang dapat aku ajak bicara atau sharing”, tanyaku kepada seorang teman yang hobi menulis, namun bukan seorang penulis.
Ya kalau begitu ditulis aja”, jawabnya singkat.
Tapi aku tidak bisa menulis”, kataku lagi.
Kalau kuperhatikan, kamu bisa bicara dengan aku atau teman-temanmu sedemikian lancar, menceritakan tentang topik-topik tertentu, mengenai pekerjaan misalnya, curhat tentang pacar, atau bahkan gosip.. Lalu, apa bedanya antara kamu bicara dan kamu menulis.. ? Tulisan itu ungkapan hati lho.. Jadi, siapapun sebenarnya bisa menulis.. ”
Oya..?”, tanyaku ragu...
Coba deh menulis mulai dari hal sederhana.. misalnya apa saja aktifitas yang kamu lakukan sepanjang hari ini, atau ketika kamu sangat menyukai sebuah film yang baru saja kamu tonton di bioskop, dan kamu ingin mengungkapkannya kembali melalui tulisanmu..?

Hingga suatu waktu aku mengalami suatu layanan yang cukup mengecewakan di sebuah toko yang kukunjungi tadi siang.. gerutu dan gerutu mewarnai bibirku sepanjang hari.. Tanpa kusadari, aku ambil sebuah pulpen dan beberapa lembar kertas yang tercecer di mejaku, dan aku mulai menulis.. Aku tulis pengalamanku yang mendapatkan pelayanan kurang baik itu dan heyy.. baru sebentar saja sudah 2 lembar kertas kuhabiskan.. Karena selain kutulis pengalaman buruknya, aku tambahkan dengan harapan-harapan aku akan pelayanan yang seharusnya..

Ternyata aku bisa.. dan aku tidak mengalami kesulitan dalam menulis.. Mengapa aku bisa lancar menulis ya..? yah... karena aku menulis dari hati ..
Menurut beberapa teman yang sempat membaca tulisanku itu, mereka mengatakan cukup baik.. yah.. hanya perlu dipoles lagi... dari caraku menyajikan ide pada tulisan, maupun pengetahuan-pengetahuan umum yang menunjang mutu tulisanku..
Mulailah timbul kepercayaan diri, ketika tulisanku sempat dimuat di majalah internal perusahaan dan dibaca orang banyak tentunya.

Sekarang aku tak takut lagi untuk menulis.. bahkan aku selalu ingin menulis dan menulis.. Karena dengan menulis, kita dapat menumpahkan seluruh isi hati dan pikiran, dan dengan menulis, kita dapat berbagi cerita dan pengalaman dengan orang lain..

Maka, apa yang kudengar, kurasakan, dan kulihat, tak ragu lagi aku tuangkan dalam sebuah tulisan.. karena tulisan adalah ungkapan hati ...

Minggu, 15 Maret 2009

Kehidupan Malam... Mengasyikkan..??

Asap rokok yang mengebul.. bagaikan kabut pagi di area pegunungan.. membuat sekujur tubuhku bau asap.. uughh... belum lagi hidungku yang terasa sakit dan sesak..

Terlihat disana sini, wanita dan pria berpasang-pasangan, entahlah pasangan resmi atau bukan, juga sekelompok orang mulai dari ABG hingga om dan tante. Mereka tertawa-tawa, riang gembira dan menari-nari, ditambah dengan botol-botol minuman menghiasi meja mereka, sungguh pemandangan yang jarang kulihat.. Beberapa pelayan pun terlihat sangat sibuk di tengah-tengah hiruk pikuk ruangan, mengantar minuman, makanan kecil, sambil sesekali menyalakan senter kecil ketika sedang memperlihatkan bon ke pelanggan di mejanya, karena ruangan yang gelap dan padat. Tak seperti suasana jalan raya, yang semakin larut malam, semakin sepi, namun disini semakin malam, semakin maraklah suasana.. Yah.. bagaimana tidak.. selain berkumpul dengan teman-teman.. banyak hiburan yang dapat dinikmati, tarian memukau para dancer wanita (terkadang membuat mata para pria tak berkedip), dan sesekali diselingi dengan permainan band dan lantunan lagu-lagu yang sedang ”in” saat ini.

Walaupun aku tak suka dengan semua itu, namun mau tak mau aku pun menjadi bagian dari orang-orang di dalamnya, karena beberapa teman sepermainan kami (aku dan suamiku) merayakan ulang tahunnya disana. Setiap kali aku berada disana, setiap kali pula tak henti-hentinya aku berpikir, bahkan menggeleng-gelengkan kepala.. ”apa yang sebenarnya mereka cari di tempat seperti ini ?” Sempat kutanyakan ke beberapa teman yang sering mengunjungi tempat itu, apa alasan dan tujuannya, dan mereka berkata : ”cari happy.. , lagi bete.. , pe-de-ka-te ama cewek.., bingung mau pergi kemana lagi.., mumpung cewek gw lagi keluar kota.., kebetulan nyokap bokap lagi keluar negeri..., diajak teman yang minta tolong untuk menemaninya, dsb..”

Mendengar semua alasan itu, lagi-lagi aku gelengkan kepalaku dan tak habis pikir.. Cari happy or lagi bete.. sesekali aja bolehlah.. tapi setahu aku mereka hampir setiap minggu dua kali pergi ke tempat itu.. pe-de-ka-te ama cewe atau bingung mau pergi kemana.. emm.. Jakarta sedemikian luas.. apa sudah habis dikelilingi oleh mereka sehingga mereka bosan ya..? tapi yang lebih mengerikan adalah ketika alasan itu adalah mumpung pasangan atau orang tua mereka sedang keluar kota atau keluar negeri.. karena... itu berarti kepergian mereka tidak direstui oleh pasangan dan orang tuanya.. ?? emm...
Otomatis pula otak bisnisku mulai berhitung.. kira-kira berapa uang yang harus mereka keluarkan dari koceknya, untuk membeli sebotol atau sepitcher minuman (beralkohol) ? 1 juta.. 2 juta..? Membayar mahal untuk sesuatu hal yang dapat merusak tubuh sendiri ? Dan tidak cukup rasanya pulang ke rumah sebelum pukul 01.00 pagi.. artinya tidur hanya 4-5 jam saja, dan besoknya harus beraktifitas lagi.. apa yang dapat diharapkan dengan kondisi seperti ini ? Jadi... apa alasan mereka pergi ke tempat seperti itu sebanding dengan semua akibat ini ?

Pernah suatu waktu, aku mengutarakan hal ini ke beberapa teman yang dalam seminggu bisa dua kali pergi ke tempat itu. Dan mereka menjawabku dengan sangat santai : ”yah.. nanti kalau sudah punya pasangan.. pasti bisa berhenti sendiri lah.. ” dan ada lagi yang menjawab : ”yah.. hidup itu musti ada belok-beloknya kan.. kalau lurus terus, ga asikk..”

Tapi.. yah.. semua keadaan seperti ini terjadi seiring dengan kemajuan jaman. Dari teman ke teman.. Bermula dari mencoba akhirnya menyukai.. Tak dapat berbuat apa-apa karena selalu diajak atau berada di lingkungan yang mendukungnya. Siapapun dapat menjadi bagian di dalamnya. Namun satu hal yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapinya. Teman... banyak hal yang dapat kita lakukan selama kita hidup di dunia ini... Masih banyak hal positif yang dapat kita lakukan yang juga tak kalah menyenangkan...

Nonton bioskop, karaoke, naik gunung, camping, ke mal, main futsal, main basket, volley, renang, ke pantai, ke cafe, ke warnet, nge-gossip, nulis, motret.. bukankah juga menyenangkan ????