Aku rindu masakan mama.. rindu suaranya yang selalu memanggil aku dan ciciku untuk makan, seusainya ia masak.. hmm..wangi masakannya begitu menggugah selera.. Apalagi siomay dan nasi tim buatannya..mmm..yummy.. Ԅ(ˆڡˆԅ).
Aku rindu saat kami bertiga (mama,aku n cici) sedang membuat kue kering nastar atau cookies coklat.. Aku ga hobi bikin kue..lebih suka memperhatikan mama dan ciciku saja yang membuat kue.. Yah paling aku bantu memixer putih telur dan mentega aja.. Selebihnya, ikut deg2an menunggu hasil panggangan kue-nya.. Sebentar2 menengok oven, membukanya, tusuk2..tutup lagi..hehe.. Ahh..senangnyaa aku dengan saat2 spt itu..
Aku rindu..setiap papa pulang kerja.. Ia suka membawa makanan utk makan malam kami..(kl mama tak sempat masak). Sate ayam, bola2 bakwan atau KFC, menu kesukaan kami.. Tak jarang pula ia membawakan aku dan ciciku mainan.. Pancing2an, bebek2an warna pink, monopoli, Aaah..masih kuingat jelas smuanya..rindunya aku padamu pa..(-̩̩-̩̩͡_-̩̩-̩̩͡)
Dan ketika papa sudah tidak bekerja lagi..dia slalu membantu bisnis kecil2an aku dan ciciku
masa sekolah, yaitu membuat cetakan huruf utk
dibuat selipan buku berbentuk nama.. Lumayan nambah2 uang jajan.. :)
Setiap aku pulang sekolah, cetakan nama itu sudah tersedia (hasil karya papaku)..dan aku tinggal menggunting2 dan merangkainya..
Makasih pa..bangganya aku punya papa spt dirimu..
Aku rindu..saat mama mengambilkan raport sekolahku..ada kalanya ia sedikit kecewa tapi banyak kali ia tersenyum bangga dengan prestasiku.. Mama memang tidak pernah tlalu memperlihatkan ekspresi bangga atas anak2nya.. Bahkan ia jarang membela anak2nya bila ada perselisihan antara kami dengan teman2 di sekolah.. Kadang aku berontak dalam hati "mengapa mama tdk membela anaknya sendiri?". Tp di balik itu smua, aku tau ia sangat menyayangi anak2nya..ia tak ingin anak2nya menjadi manja dan mudah sombong.. Makasih ma..aku bangga punya mama seperti-mu..
Dan satu hal yang tak kan pernah kulupa, ketika aku dan ciciku berselisih pendapat, kami tak jarang melakukan aksi diam seribu bahasa. Pergi tidur ke kamar masing-masing tanpa sepatah kata terucap. Walau demikian, hati kami gundah, tidur pun tak tenang. Entah mengapa, setiap kali hal ini terjadi, hati selalu ingin memulai untuk berdamai. Lalu, secarik kertas kecil pun mulai disisipkan dari bawah pintu salah satu dari kami. Kalau tidak aku yang memulai, ciciku yang memulai. "Sorry ya, gue ga ada maksud apa-apa koq.. udah kita baikan aja.. ga enak kan diem2an..". dan secarik kertas balasan pun muncul : "Iya, gue juga ga enak begini...ya udah ga usah dimasalahin lagi ya masalah tadi siang..". Dan kami pun berdamai... Ini hanya salah satu contoh loh.. biasanya sih bisa sampai 10 x berbalas2an surat.. hihihi... kenapa juga gak langsung ngobrol aja yah.. :) lucu deh kalau mengingat semua ini..
Dan aku..adalah pemeran sekaligus sutradaranya...










